MEDIATODAY.ID — Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan abu vulkanik dari erupsi gunung api tidak hilang begitu saja setelah beterbangan di atmosfer. Sebagian partikel halus itu jatuh ke laut, tenggelam lewat kolom air, lalu bercampur sedimen dan terkubur di dasar laut. Lapisan endapan yang terbentuk bisa menjadi rekaman geologi aktivitas vulkanik masa lalu.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap proses lanjutan material vulkanik yang jarang dibahas usai erupsi gunung api. Material yang awalnya menyembur ke atmosfer ternyata tidak seluruhnya menguap atau hilang di udara.
Sebagian abu dan partikel vulkanik berukuran sangat halus jatuh ke perairan, tenggelam melalui kolom air, dan berakhir di dasar laut. Di sana, material itu bercampur dengan sedimen yang sudah ada sebelumnya.
Bagaimana Abu Vulkanik Bisa Sampai ke Dasar Laut
Saat gunung api erupsi, material dimuntahkan ke lingkungan sekitar dalam berbagai bentuk. Partikel paling halus bisa terbawa angin hingga jauh dari kawah, sebagian melayang di atmosfer, sebagian lagi jatuh ke laut.
Partikel yang masuk ke air tidak langsung mengendap. Material itu melayang di dalam kolom air sebelum perlahan turun ke dasar laut dan bergabung dengan endapan sedimen lain.
"Material vulkanik yang jatuh ke laut tidak begitu saja hilang. Abu dan material erupsi dapat mengendap, bercampur dengan sedimen, lalu tersimpan sebagai lapisan di dasar laut," kata Badan Geologi melalui akun Instagram resminya.
Lapisan Sedimen Jadi Rekaman Aktivitas Vulkanik
Endapan baru terus menutupi lapisan lama seiring waktu. Material vulkanik pun terkunci di dalam lapisan sedimen yang posisinya makin dalam dari permukaan dasar laut.
Lapisan yang mengandung material vulkanik menyimpan nilai penting bagi ilmuwan. Endapan itu bisa merekam aktivitas gunung api dan perubahan lingkungan pada masa lalu.
"Lapisan sedimen yang mengandung material vulkanik dapat menjadi salah satu rekaman geologi yang merekam aktivitas gunung api serta perubahan lingkungan pada masa lalu," tulis Badan Geologi.
Kenapa Peneliti Tidak Cukup Belajar dari Daratan
Selama ini kajian gunung api banyak bertumpu pada batuan dan endapan di daratan. Padahal material yang sudah tenggelam ke dasar laut juga menyimpan petunjuk soal peristiwa vulkanik yang pernah terjadi.
Melalui kajian geologi kelautan, peneliti bisa menelusuri karakteristik dan persebaran endapan tersebut. Dari situ, proses geologi di lingkungan laut dapat dipelajari lebih utuh.
Lapisan sedimen berfungsi seperti halaman dalam buku sejarah geologi. Tiap lapisan terbentuk dari material berbeda yang berasal dari peristiwa berbeda pula.
Jejak Erupsi yang Terkubur Makin Dalam
Pengendapan tidak berhenti saat abu menyentuh dasar laut. Sedimen baru terus menumpuk di atasnya, sehingga material vulkanik yang semula di permukaan perlahan tertimbun makin dalam.
Karena itu, endapan dasar laut membantu ilmuwan memahami sejarah geologi suatu wilayah. Peneliti bisa mempelajari karakteristik material, posisi lapisan, hingga persebarannya.
Fenomena ini menunjukkan proses geologi belum benar-benar selesai ketika gunung api berhenti menyemburkan material ke udara. Sebagian material justru memulai perjalanan lain, terbawa ke laut, tenggelam perlahan, lalu terkunci sebagai jejak erupsi di dasar laut.