Pupuk Kaltim Latih 30 Pegiat Kopi Bontang lewat Kompetisi Manual Brew, Bidik Ekonomi Kreatif Berdaya Saing

Minggu, 20 September 2026 | 00:35:02 WIB

BONTANG — Pelatihan yang berlangsung di Bontang Citimall itu tidak sekadar mengasah keterampilan menyeduh. Peserta juga dibekali pemahaman pelayanan kepada pelanggan, bagian yang dinilai menentukan loyalitas dan keberlanjutan usaha kedai kopi.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, menyebut sektor kopi memiliki ekosistem luas yang mencakup keterampilan, kreativitas, pelayanan, komunitas, dan peluang usaha. Karena itu, pengembangan kompetensi pegiat kopi dianggap sebagai salah satu pendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di Kota Bontang.

Mengapa Bontang Dinilai Punya Modal untuk Industri Kopi

Pupuk Kaltim menilai potensi sektor kopi di Bontang cukup besar. Indikasinya, jumlah kedai kopi, komunitas, home brewer, dan aktivitas pendukung industri kopi terus bertambah di kota itu.

Pertumbuhan tersebut membuat peningkatan kapasitas masyarakat menjadi penting. Tujuannya agar peluang usaha yang terbuka dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada program perusahaan.

“Dunia kopi memiliki ekosistem cukup luas. Ada keterampilan, kreativitas, pelayanan, komunitas, dan peluang usaha. Untuk itu, kami melihat pengembangan kompetensi para pegiat kopi sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di Kota Bontang,” terang Rezha.

Kompetisi Jadi Ruang Belajar, Bukan Sekadar Ajang Juara

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan barista yang sebelumnya digelar Pupuk Kaltim bagi masyarakat. Pada agenda lanjutan, peserta memperdalam teknik penyeduhan kopi sekaligus memahami pentingnya pelayanan bagi pelanggan.

Rezha menekankan keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan pelayanan yang baik. Dalam industri kopi yang semakin kompetitif, pengalaman pelanggan menjadi faktor penting membangun loyalitas dan keberlanjutan usaha.

“Kami harap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam meningkatkan potensi usaha maupun dikembangkan menjadi peluang usaha baru. Mengingat kompetensi teknis juga harus dilengkapi kemampuan memberikan pelayanan terbaik,” lanjutnya.

Selain pemahaman teori, peserta menguji keterampilan melalui manual brew competition. Kompetisi itu berfungsi sebagai sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan antarpeserta, sekaligus memperkuat jejaring pelaku industri kopi untuk membuka peluang kolaborasi.

Pemkot Bontang Dorong Peserta Asah Cita Rasa dan Pelayanan

Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman, mengapresiasi konsistensi Pupuk Kaltim mendorong penguatan ekonomi kreatif di kota itu. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian masyarakat dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.

Pemkot menyoroti penguatan kapasitas UMKM lokal agar semakin tangguh dan berdaya saing. Sektor kopi dinilai memberi ruang bagi generasi muda mengembangkan keterampilan untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.

“Oleh karena itu, kami mendorong seluruh peserta untuk terus mengasah keterampilan dalam menghasilkan cita rasa kopi berkualitas dengan pelayanan yang profesional, agar industri kopi Bontang semakin memiliki daya saing dan berdampak pada peningkatan usaha masing-masing,” pesan Lukman.

KOPINICUS Harap Kolaborasi Berlanjut

Perwakilan KOPINICUS, M Diky Gunawan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim. Menurutnya, kolaborasi ini memberi ruang bagi pegiat kopi Bontang meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring di tengah ekosistem kopi yang semakin dinamis.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang belajar dan berbagi pengalaman bersama para pegiat kopi. Kami harap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut, serta memberi manfaat lebih luas bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Bontang,” ucap Diky.

Pupuk Kaltim menyatakan akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan potensi masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak disebut akan terus diperkuat agar inisiatif yang dijalankan memberi dampak lebih luas.

Terkini