JAKARTA - Minat masyarakat untuk berinvestasi meningkat, namun banyak yang masih memulai tanpa pemahaman mendalam. PT Bank Jago (ARTO) bersama BEI dan Stockbit mendorong masyarakat untuk menanamkan investasi yang sehat, realistis, dan terencana melalui ajang “Cara Jadi Investor Realistis”.
Kesadaran masyarakat terhadap investasi semakin meningkat, terlihat dari nilai investasi nasabah Bank Jago di Bibit dan Stockbit yang naik hampir 80% sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan tren positif dalam pengelolaan keuangan digital di kalangan generasi muda.
Pertumbuhan Pengguna dan Aktivitas Investasi di Bank Jago
Saat ini, lebih dari 3 juta pengguna Aplikasi Jago terhubung dengan platform investasi Bibit dan Stockbit. Jumlah ini meningkat 38% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem investasi digital.
Pengguna tersebut telah membuat hampir 4,5 juta Kantong investasi di Bibit dan Stockbit. Lebih dari separuhnya menggunakan RDN Jago, memudahkan transaksi dan pengelolaan investasi secara terpadu.
Mayoritas investor di aplikasi Jago berusia produktif, yakni 17-44 tahun. Generasi Z mendominasi 65% populasi, sementara milenial menyumbang 30%, menunjukkan bahwa generasi muda semakin aktif merencanakan masa depan finansialnya.
Pentingnya Perencanaan dan Tujuan Investasi
Theo Derick, Entrepreneur & Konten Kreator, menekankan pengelolaan keuangan sebagai kunci kesejahteraan. Investor perlu waspada terhadap iming-iming profit tinggi tanpa risiko, yang sebenarnya bukan investasi.
Tanpa tujuan finansial konkret, seseorang mudah tergoda janji keuntungan besar yang tidak realistis. Padahal, investasi sehat selalu dimulai dengan perencanaan matang, tujuan jelas, dan pemahaman risiko yang dapat diterima.
Pengalaman Theo menunjukkan kebiasaan menyisihkan dana untuk liburan, tabungan, dan investasi di Kantong khusus. Dengan cara ini, ia tetap bisa memanfaatkan promo tanpa merasa bersalah karena dana sudah dialokasikan sebelumnya.
Tips Praktis Investasi Sehat di Era Digital
Theo menekankan pentingnya menghindari FOMO (fear of missing out) saat berinvestasi. Dengan auto-budgeting di Aplikasi Jago, setiap awal bulan dana tabungan dan investasi otomatis dialokasikan.
Investasi digital yang terencana memungkinkan pengelolaan keuangan lebih disiplin dan efisien. Pengguna dapat fokus pada tujuan jangka panjang tanpa tergoda fluktuasi pasar sesaat.
Platform Bibit dan Stockbit yang terkoneksi dengan Jago menyediakan pengalaman investasi terpadu. Hal ini memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi, monitoring portofolio, dan pengelolaan risiko.
Bank Jago turut mendorong literasi finansial melalui ajang temu wicara dan fitur aplikasi. Edukasi ini membantu investor muda memahami strategi perencanaan keuangan yang realistis dan berkelanjutan.
Investasi yang sehat bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga kesiapan mental menghadapi risiko. Dengan perencanaan matang, masyarakat dapat memanfaatkan peluang investasi tanpa terbebani keputusan impulsif.
Ke depannya, Bank Jago berkomitmen meningkatkan fitur dan edukasi digital. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem investasi yang transparan, aman, dan mendukung generasi muda mencapai tujuan finansialnya.