Zulhas Ajak Mahasiswa Kritis pada Pemerintah, Sorot Potensi Laut Maluku demi Swasembada Pangan

Zulhas Ajak Mahasiswa Kritis pada Pemerintah, Sorot Potensi Laut Maluku demi Swasembada Pangan
Zulkifli Hasan menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Pattimura, Ambon, Maluku.

MEDIATODAY.ID — Zulkifli Hasan menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memahami dan mencari jalan keluar atas persoalan bangsa. Ia mendorong mahasiswa untuk berani mempertanyakan akar masalah serta mengajukan alternatif penyelesaian berbasis ilmu pengetahuan.

"Kampus harus menjadi tempat untuk berdiskusi dan mengkritisi kebijakan. Kita belajar cepat, karena persoalan bangsa membutuhkan solusi yang cepat," ujar Zulkifli dalam kuliah umum bertema "Peran Strategis Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang Berkelanjutan".

Fasilitas 12 Hektare Terbengkalai di Tengah Gagasan Swasembada

Pernyataan tersebut mengemuka saat Unpatti menyimpan pekerjaan rumah besar. Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy mengungkapkan kampusnya memiliki Marine Station seluas sekitar 12 hektare di Desa Hila, Kabupaten Maluku Tengah. Lahan tersebut dilengkapi kolam pembenihan, keramba jaring apung, cold storage, hingga pabrik es.

"Semuanya belum berfungsi," kata Fredy di hadapan Menko Pangan.

Padahal, fasilitas semacam itu menjadi basis ideal untuk riset dan produktivitas sektor kelautan. Fredy berharap program pemerintah di bidang pangan dapat membantu mengoptimalkan aset tersebut, sehingga Unpatti tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi berkontribusi langsung menuntaskan persoalan pangan Maluku berbasis sumber daya laut.

Kritik atas Ketergantungan Impor dan Nasib Petani

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga menyoroti bahaya ketergantungan pada produk impor. Menurut dia, banjirnya komoditas dari luar negeri berpotensi menekan harga hasil produksi petani dan nelayan lokal yang sulit terserap pasar domestik.

"Itu saudara kita, itu keluarga kita, itu bagian dari kita. Kita enggak boleh pura-pura tidak tahu. Petani, nelayan, peternak, mereka adalah bagian dari kita yang harus kita bela," tegasnya.

Ia menegaskan upaya swasembada pangan menjadi langkah penting untuk mengangkat kesejahteraan mereka yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.

Pembentukan SDM untuk Target Indonesia Emas 2045

Fredy menambahkan, mahasiswa baru angkatan 2026 dipersiapkan menjadi calon pemimpin masa depan. Proses pendidikan empat tahun ke depan diarahkan untuk membentuk lulusan kompeten yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

"Kami berharap mereka akan lulus menjadi sarjana yang berkualitas untuk membangun Indonesia menuju masa depan Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Unpatti sendiri mengusung pola ilmiah pokok "Bina Mulia Kelautan", yang menegaskan komitmen kampus untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sarana prasarana guna memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor bahari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index