JAKARTA - Perdagangan komoditas logam mulia pada awal pekan menampilkan ketahanan yang cukup meyakinkan di tengah perubahan sentimen global.
Harga emas dunia (XAU/USD) masih menunjukkan performa yang solid pada perdagangan awal pekan ini, meskipun diwarnai fluktuasi jangka pendek akibat dinamika sentimen pasar global. Kondisi ini mencerminkan minat yang tetap terjaga terhadap aset lindung nilai.
Emas tercatat tetap menguat selama sesi Amerika Utara pada Senin, 9 Februari 2026, diperdagangkan di kisaran USD5.074 per troy ons atau naik sekitar 2,16 persen.
Penguatan tersebut dipicu oleh laporan otoritas Tiongkok yang merekomendasikan lembaga-lembaga keuangan domestik untuk mengurangi eksposur terhadap obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS). Langkah ini dipandang sebagai sinyal kehati-hatian terhadap risiko di pasar surat utang.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya volatilitas di pasar obligasi AS, yang kemudian mendorong aliran dana ke aset lindung nilai seperti emas. Perpindahan aliran dana tersebut mencerminkan kebutuhan investor terhadap instrumen pelindung nilai. Emas kembali diposisikan sebagai aset yang mampu meredam ketidakpastian.
Koreksi Ringan pada Sesi Asia
Namun, pada sesi awal Asia Selasa, 10 Februari 2026, harga emas sempat mengalami koreksi ringan dan bergerak di dekat area USD5.035. Tekanan ini muncul seiring membaiknya sentimen risiko global dan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam dua hari sebelumnya. Pergerakan tersebut menggambarkan respons jangka pendek pelaku pasar.
Koreksi ini dinilai sebagai bagian dari dinamika wajar setelah reli signifikan. Investor yang telah meraih keuntungan cenderung merealisasikan sebagian posisi. Aksi ini menyebabkan pergerakan harga mengalami jeda sementara.
Meskipun terjadi koreksi, posisi harga masih berada di area yang relatif tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum mengubah struktur tren secara menyeluruh. Pasar masih memantau arah lanjutan seiring perkembangan sentimen global.
Pengaruh Reli Pasar Saham Global
Reli pasar saham, khususnya di AS, membuat sebagian investor kembali mengalihkan dana ke aset berisiko. Indeks S&P 500 tercatat memperpanjang penguatannya dan mendekati level tertinggi sepanjang masa, sehingga mengurangi daya tarik emas dalam jangka sangat pendek. Peralihan dana ini mencerminkan meningkatnya selera risiko investor.
Kondisi pasar saham yang menguat sering kali mengurangi permintaan terhadap aset lindung nilai. Investor cenderung memanfaatkan momentum di instrumen berisiko ketika prospek terlihat cerah. Situasi ini menciptakan tekanan temporer bagi harga emas.
Meski demikian, perubahan alokasi dana ini bersifat dinamis. Pergerakan dapat kembali berbalik seiring munculnya sentimen baru. Emas tetap dipandang relevan sebagai penyeimbang portofolio dalam jangka menengah.
Pandangan Teknis atas Struktur Tren
Meski demikian, menurut analisis Dupoin Futures yang disampaikan Andy Nugraha, koreksi yang terjadi saat ini masih bersifat teknikal dan tidak mengubah struktur tren utama. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average, Andy menilai tren bullish pada XAU/USD masih sangat kuat. Analisis teknikal ini menempatkan koreksi sebagai jeda wajar.
“Harga emas masih bergerak di atas rata-rata pergerakan utama, mencerminkan dominasi buyer yang belum terganggu secara signifikan. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang kelanjutan tren naik tetap terbuka,” jelas Andy dikutip dari analisis hariannya, Selasa, 10 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa struktur tren utama masih terjaga.
Pandangan tersebut memberikan rujukan teknikal bagi pelaku pasar dalam menilai arah berikutnya. Selama indikator utama tetap mendukung, tekanan jual dipandang terbatas. Pasar tetap menempatkan emas dalam jalur tren naik.
Proyeksi Target Kenaikan dan Area Penopang
Dalam proyeksi pergerakan hari ini, Andy menyebutkan jika tekanan bullish kembali berlanjut, XAU/USD berpotensi melanjutkan penguatannya menuju area USD5.232. Level tersebut menjadi target kenaikan berikutnya yang cukup realistis melihat kuatnya momentum dan sentimen permintaan emas global. Proyeksi ini mencerminkan optimisme terhadap kelanjutan tren.
Namun, ia juga mengingatkan volatilitas tetap tinggi. Jika harga gagal mempertahankan momentum dan terjadi koreksi yang lebih dalam, potensi penurunan terdekat berada di sekitar level USD4.841, yang berfungsi sebagai area support penting. Area ini menjadi acuan penting dalam pengelolaan risiko.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar dihadapkan pada kebutuhan untuk mengelola posisi secara disiplin. Pergerakan jangka pendek tetap berpotensi fluktuatif mengikuti sentimen global. Namun, struktur tren utama masih memberi ruang bagi kelanjutan penguatan.